Tips Menulis Cerita Pendek Untuk Pemula

bagaimana Anda tahu Anda menulis cerpen yang bagus?

Sah-sah aja sih tujuan Anda menulis cerita pendek itu untuk cari uang atau sekedar hobi. Tapi apa pun tujuan Anda menulis, kecuali untuk menulis diri sendiri, jangan kecewakan pembaca.

Jadikan karya Anda itu sebuah masterpiece, meskipun itu satu-satunya karya Anda.

Kenapa?

Karena ide itu mahal.

Sepanjang hidupnya, Harper Lee, penulis To Kill A Mockingbird itu, hanya menulis dua novel. To Kill a Mockingbird dan Go Set A Watchmen. Sejak tahun 1964, Harper Lee mendapatkan royalti USD. 3 juta dari To Kill a Mockingbird saja.

Tentu saja untuk mencapai itu diperlukan kerja keras dan waktu. Mulai dari ide sampai terbit. Tapi bukan berarti menulis novel itu sangat sulit. Anda bisa memulainya dengan langkah kecil, yaitu menulis cerita pendek (cerpen). Bukankah sebuah novel terdiri dari banyak cerita pendek?

Tulisan ini hanya sebuah panduan praktis. Mungkin bukan tips menulis cerita pendek yang Anda harapkan. Anda bisa mempelajari cara menulis cerpen dari banyak sumber, atau bahkan dari cerpen favorit Anda.

Apa itu Cerita Pendek?

Cerita pendek, seperti namanya, adalah bentuk cerita yang selesai dibaca dalam waktu sekejap. Istilah sekejap ini memang relatif. Bisa lima, sepuluh atau lima belas menit. Ruang lingkupnya kecil, jalan ceritanya berpusat pada satu tokoh atau masalah (tidak bercabang). Tokohnya sedikit, biasanya dua. Latar tempatnya di sekitaran itu, tidak melebar kemana-mana. Karena itulah semua kata dan kalimat mendukung jalan cerita sehingga tidak ada kata atau kalimat yang sia-sia.

Cerita Yang Bagus

Kalau saya ditanya cerpen yang bagus itu seperti apa? Maka saya akan menunjuk cerpen The Gift of The Magi. Alasannya:

  1. Ceritanya sederhana
  2. Jalan ceritanya wajar
  3. Bahasanya mudah dipahami
  4. Enak dibaca
  5. Tidak bertele-tele
  6. Dialognya bagus
  7. Ada pesannya
  8. Akhir yang tidak diduga-duga

Kedelapan alasan itu pun akan menjadi pegangan saya saat menulis cerpen. Saya menyebutnya sebagai standar cerita yang bagus. Standar tersebut bisa saja berbeda ketika saya menulis cerpen dengan genre berbeda. Misalnya ketika saya menulis cerita horror, maka saya akan merujuk pada cerpen Hobnail karya Crystal Arbogast. Alasannya:

  1. Saya menyukai pembukaan cerita yang menyenangkan
  2. Jalan ceritanya logis
  3. Ketegangan dibangun perlahan dan terus menanjak
  4. Pilihan kata-kata yang menarik
  5. Tidak bertele-tele
  6. Dialog yang bagus
  7. Gambaran suasana yang mencekamnya meyakinkan
  8. Akhir yang tidak diduga-duga

Penulis, khususnya para pemula, harus memiliki standar. Standarnya bukan bagus buat sendiri atau orang-orang terdekat, melainkan untuk banyak orang. Karena itulah tujuan kita menulis cerita pendek.

Sebagai pemula, bagaimana Anda tahu Anda menulis cerpen yang bagus?

Kalau Anda mengirim naskah ke sebuah penerbit sudah pasti ada redaktur yang akan menilai naskah Anda. Kalau Anda masih sekolah, ada guru yang menilainya. Kalau Anda seorang pegawai atau ibu rumah tangga, Anda bisa meminta keluarga atau teman Anda untuk menilai. Anda juga bisa bergabung di komunitas menulis online, seperti di grup facebook.

Atau, Anda bisa menilai naskah Anda sendiri. Caranya?

Dengan bersikap objektif

Kedengarannya sih tidak sulit-sulit amat. Tapi percaya deh, Anda merasa sayang kalau ada bagian yang terpaksa dipotong. Anda akan bela mati-matian untuk mempertahankanya. Anda berkilah itu kalimat yang bagus. Apalagi Anda memikirkannya selama berhari-hari untuk membuatnya. Padahal di sisi lain, Anda merasa bagian itu tidak ada hubungannya dengan cerita dan hati kecil Anda juga merasa kurang sreg.

Semoga Anda tidak puas dengan uraian di atas dan terus berusaha mencari tips cara menulis cerita pendek yang lain

Default image
Hermawan
Ayah penuh waktu. Menulis sepenuh hati. Pernah gagal jadi model

Komentar