Armand

monochrome photo of man sitting on grass
Waktu usia kami 6, 7 dan 8 tahun, ada seorang pemuda bernama Armand yang biasa memberikan kami uang lima ratus rupiah atau permen, bermain tebak-tebakan, mengaji, menceritakan kami dongeng, atau memainkan trik sulap usai salat asar di masjid