Rangkuman Hidup Dalam Satu Bulan

Saya baru menyadarinya di akhir Ramadan

Dirumah aja selama lebih dari satu bulan ini memberi saya kesimpulan: Seperti inilah hidup yang selama ini saya jalani.

Satu bulan terakhir ini waktu tidak lagi dalam hitungan 24 jam per hari, 7 hari dalam sepekan atau 30 hari dalam satu bulan. Saya seperti hidup sepanjang waktu. Saya bahkan tidak tahu hari Jum’at lalu dan Jum’at sebelumnya libur nasional. Parahnya, saya lupa hari itu hari Jum’at. Biasanya hari Jum’at itu diistimewakan dengan adanya Jum’atan. Namun, hari Jum’at jadi sama seperti hari-hari biasa. Seandainya tidak ada Ramadan dan lebaran, waktu berjalan begitu saja.

Ketika saya punya waktu yang ‘tidak terbatas’, saya tidak menyadari bahwa itu adalah ujian. Apakah saya akan memanfaatkannya atau menyia-nyiakannya. Ternyata dari apa yang sudah saya jalani selama sebulan, sama seperti yang saya jalani sepanjang hidup saya. Jika saya banyak menghabiskan waktu dengan tidur, maka saya juga lebih banyak tidur selama hidup saya.

Saya baru menyadarinya di akhir Ramadan, yang bertepatan dengan akhir masa PSBB di Bekasi.

Menyesal?

Ya, saya sangat menyesal. Saya seharusnya bisa melakukan banyak hal yang lebih bermanfaat. Yang ketika kehidupan berjalan normal kembali, saya sudah bisa memetik hasilnya. Tapi saya coba menghibur diri. Setidaknya saya menulis ini sebagai pengingat diri saya. Dan Anda.

* *

Default image
Ali
Pria tampan nan ganteng ini (masih) tinggal di Bekasi

Komentar