Pulang Sore

Kalau bukan karena lapar, aku dan kakakku belum akan pulang, padahal hari sudah hampir gelap. Ibu pastinya mencemaskan kami.

Betul saja. Ketika kami tiba di rumah, Ibu langsung memeluk kami kuat-kuat. Namun, alih-alih memarahi kami, Ibu berkata,

“Kalian sudah makan?”

Makanan malam kesukaan kami sudah tersedia. Gadis yang biasa menyediakan makanan untuk kami datang ketika kami baru saja selesai makan. Dia memanggil kami.

Kami senang bisa mendengar suaranya. Kami berlarian menghampirinya, melompat dan hinggap di kakinya, memanjat ke tubuhnya. Dia memeluk kami bergantian.

“Meong! Meong!” kata kami bersahutan. Dan dia pun tertawa.

*      *      *

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Don`t copy text!