Pos Surat Sangkar Burung

Menulis surat ini adalah saat yang mendebarkan dan membahagiakan bagiku.

Nenek meminta Han Ji Pyeong menulis surat untuk cucunya, Seo Dal Mi, karena tulisan tangannya bagus. Kasihan Dal Mi, gara-gara perceraian orang tuanya, dia harus berpisah dengan kakak kandungnya, Won In Jae. In Jae ikut ibunya, sementara Dal Mi ikut ayahnya. Siapa tahu surat itu bisa menghiburnya, supaya Dal Mi punya teman baru.

Lantas, siapa nama si pengirim surat? tanya Han Ji Pyeong.

Nenek mengusulkan nama perempuan.

Tapi tulisan Han Ji Pyeong itu tulisan tangan laki-laki. Gampang dikenali.

Kalau begitu, kenapa tidak pakai nama kamu saja? usul nenek lagi.

Tapi Ji Pyeong tidak mau. Ia mencari-cari nama di koran dan mendapatkan nama Nam Do San.

Nenek setuju.

Nam Do San itu nama bocah pemenang lomba matematika termuda Korea. Nama itu terdengar pintar, baik hati, dan beruntung. Apalagi Nam Do san juga lumayan tampan.

Surat itu diterima Dal Mi lewat nenek. Betul saja. Dal Mi senang menerima surat itu. Dia menunjukkannya pada ayahnya dan membacakannya.

Han-Ji-Pyeong
Han-Ji-Pyeong

Halo Dal Mi,

Namaku Nam Do San

Kuharap kau tidak kaget dengan kedatangan suratku yang tiba-tiba. Beberapa waktu lalu aku kehilangan sahabatku, Mongsil. Mongsil itu anjingku. Yang sudah kuanggap sebagai adik sendiri. Aku sangat merindukannya. Kemarin aku menangis sambil melihat sepatuku yang sering digigiti Mongsil. Kupikir dia akan terus bersamaku.

Dulu aku tak sadar waktu bersamanya adalah waktu yang berharga. Semua momen bersamanya adalah anugerah. Harusnya aku lebih baik kepadanya. Sekarang, setiap detik dan menitku penuh dengan penyesalan. Karena itu, tiba-tiba aku terpikir. Masa kini juga anugerah. Aku pasti menyesal lagi nanti.

Rindu hijau musim panas di musim dingin. Pada musim panas, aku rindu salju putih. Jadi, aku sudah bulatkan tekad. Aku tak akan mengisi masa kini dengan penyesalan lagi. Ini alasanku bisa punya keberanian untuk menulis surat ini.

Aku menyukaimu, Seo Dal-mi!

Menulis surat ini adalah saat yang mendebarkan dan membahagiakan bagiku. Aku berterima kasih kepadamu.

Dari Nam Do-san,

yang ingin berteman denganmu.

Surat tersebut dibalas Dal Mi. Seperti yang nenek minta, Dal Mi menaruh surat tersebut ke dalam sangkar burung yang tergantung di pohon sakura depan warung corn dog milik sang nenek.

Dan seperti itulah yang mereka lakukan selama satu tahun, saling berkirim surat, dengan sangkar burung sebagai pos suratnya.

* *

Default image
Ali
Pria tampan nan ganteng ini (masih) tinggal di Bekasi

Komentar