MVP: Dari Sillicon Valley Hingga Start-Up

Istilah MVP juga muncul sebagai judul di serial Silicon Valley dan Drama Korea Start-up

Tidak seperti peluncuran produk di perusahaan tradisional yang harus sempurna, produk buatan start-up dibuat seminimal mungkin. Inilah yang disebut dengan MVP atau Minimum Viable Product. Tujuannya untuk pembelajaran sekaligus menjawab pertanyaan dari pengguna seputar permasalahan teknik, desain, dsb. MVP sangat berguna untuk mengurangi risiko dan biaya.

Misal DropBox. DropBox merupakan aplikasi menyimpan dan berbagi file. Di mana pengguna meng-install aplikasi tersebut di suatu perangkat, memilih folder atau file yang akan dibagi dan setelah itu … Voila! Folder atau file tersebut muncul di perangkat lain yang diinstall DropBox dengan akun yang sama.

DropBox mengatasi kesulitan kita berbagi file. Dengan DropBox kita bisa menemukan file kita di mana pun, bahkan ketika laptop kita ketinggalan di rumah. Kita juga tidak perlu takut kehilangan file.

DropBox yang pertama kali diuji coba bentuknya tidak seperti sekarang ini. Fiturnya masih sederhana.

DropBox bukan satu-satunya pemain platform menyimpan dan berbagi file. Ada banyak pemain lain, seperti Backup & Sync dari Google atau OneDrive dari Microsoft.

https://www.youtube.com/watch?v=7QmCUDHpNzE

Istilah MVP juga muncul sebagai judul di serial Silicon Valley dan Drama Korea Start-up. Bedanya, di Silicon Valley istilah tersebut muncul di episode 1 season 1, sedangkan di Start-up muncul di episode 15.

Di Silicon Valley, yang menjadi MVP yaitu Pied Piper, sebuah platfrom kompresi file berbasis cloud.  Sebagai MVP, tampilan antar muka (UI) website-nya jadul dan baru bisa digunakan buat kompresi musik. Akan tetapi, Pied Piper punya Skor Weissman yang tinggi!

Fyi, Skor Weissman itu alat untuk mengukur kemampuan kompresi. Semakin tinggi, semakin bagus skornya. Pied Piper bisa jadi 5G-nya kompresi. Yang bisa dimanfaatkan di berbagai bidang, termasuk medis dan otomotif. Dan dengan dukungan dari investor, Pied Piper masih bisa berkembang lebih jauh.

Tapi siapa sangka, ternyata platform seperti Pied Piper ada di dunia nyata, lho! Namanya Terark. Tahun 2019 lalu Terark diakuisisi oleh ByteDance, yang juga pemilik TikTok.

Sementara itu, di serial Start-up, MVP-nya adalah mobil self-driving bernama Tarzan. Kalau membandingkan dengan DropBox atau Pied Piper agak aneh untuk sebuah MVP, mengingat pembuatannya membutuhkan dana dan waktu yang tidak sedikit. Ya, kenapa bukan NoonGil? Aplikasi berbasis AI untuk mengenali benda-benda yang cukup rumit, termasuk membaca nominal uang kertas. Meski begitu bukan berarti bukannya tidak ada start-up mobil self-driving di dunia nyata. Tengok saja Cruise atau Zoox yang baru diakuisisi Amazon Juni tahun ini.

* *

Default image
Ali
Pria tampan nan ganteng ini (masih) tinggal di Bekasi
Articles: 41

Leave a Reply