Muntah 10 Juta Dolar

Ah, cerita dokter itu bikin Richard muntah lagi.

Richard Hendricks muntah mendengar tawaran 10 juta dolar untuk membeli aplikasi buatannya, Pied Piper, dari CEO Hooli, Gavin Belson. Angka itu naik dari sebelumnya, yaitu 4 juta dolar setelah Gavin mencuri dengar angka yang ditawarkan Peter Gregory, CEO Raviga, sebesar 200 ribu dolar. 200 ribu dolar itu hanya lima persennya. Artinya, total valuasi Pied Piper 4 juta dolar atau sama dengan tawaran Gavin. Bedanya, Richard masih memiliki 85% saham di Pied Piper. Untuk diketahui, 10% saham lainnya sudah diambil Erlich Bachman, mengingat Richard membuat Pied Piper di inkubator milik Erlich.

Uang 10 juta dolar tawaran Gavin Belson memang menggiurkan, akan tetapi Richard masih bisa mengembangkan Pied Piper menjadi aplikasi dengan nilai melampaui 10 juta dolar jika mengambil tawaran Peter Gregory.

Kata dokter yang memeriksanya, hal itu (muntah) biasa terjadi di Silicon Valley. Dokter tersebut bahkan pernah menangani banyak orang dalam situasi yang dialami Richard. Ambil uangnya atau pertahankan perusahannya. Dokter itu bercerita, pernah ada seorang pria yang datang kepadanya. Yang beberapa bulan kemudian pria tersebut dilarikan ke UGD setelah menembak kepalanya sendiri. Pria itu menyesal karena mengambil uangnya (menjual perusahaannya). Eh, bukan, pria itu mungkin menolak uangnya. Atau, ia memang mengambilnya? Ah, dokter itu lupa. Yang jelas pria itu tidak mati. Hanya bikin kedua matanya buta dan wajahnya rusak. Sialnya, cerita itu bikin Richard muntah lagi. Mungkin ia lebih baik menerima tawaran Gavin. Setidaknya, ada yang bisa diberikan ke keluarganya seandainya suatu hari nanti ia bunuh diri.

Namun, nasehat Monica, orang kepercayaan Gregory, mengubah niatnya. Monica bilang, Pied Piper itu ibarat bayi. Banyak yang bisa dikembangkan dari aplikasi tersebut, seperti mengirim file lebih cepat, navigasi untuk mobil self-driving, bahkan bisa juga digunakan di bidang medis. Dan Richard jadi orang yang dibalik perubahan itu. Hal itu jauh lebih baik ketimbang menjualnya ke Gavin, yang tidak jelas aplikasi tersebut akan dibuat apa.

Alih-alih jadi mudah ambil keputusan, nasehat Monica malah bikin Richard tambah kesulitan. Ambil 10 juta dolar atau menjadi bagian dari sesuatu yang besar?

Pada akhirnya Richard tahu mana yang harus diambil. Ia menerima tawaran Peter Gregory. Dan mengingat Pied Piper bisa berkembang lebih jauh, maka diperlukan orang-orang yang punya keahlian khusus. Richard mengajak temannya di inkubator: Gilfoyle, Dinesh dan Big Head untuk bergabung. Hanya, satu-satunya masalah datang dari Erlich, sang pemilik 10% saham Pied Piper. Apakah Erlich rela kehilangan 1 juta dolar-nya?

Ternyata tidak susah meyakinkan Erlich. Pria berewok tersebut punya pengalaman mendirikan start-up bernama Aviato dan menjualnya. Erlich tahu, Pied Piper akan jadi sebuah perusahaan besar suatu saat nanti.

* *

Default image
Ali
Pria tampan nan ganteng ini (masih) tinggal di Bekasi
Articles: 41

Leave a Reply