Menulis Ala Paul Jennings

Cerita Anda. Cara Anda.

Tidak ada kata terlambat buat jadi penulis. Kalimat itu pantas disematkan untuk Paul Jennings.

Atau mungkin Anda?

Paul Jennings menerbitkan buku pertamanya pada usia 42 tahun. Judulnya: Unreal! Yang terbit di tahun 1985 itu. Kala itu menulis masih menjadi pekerjaan paruh waktunya karena ia masih mengajar di sebuah kampus di Australia. Barulah di tahun 1989 ia menjadi penulis full time. Buku-buku Paul sudah terjual lebih dari 10 juta kopi dan diterjemahkan ke dalam 18 bahasa.

Tidak banyak orang Indonesia yang kenal Paul Jennings. Seingat saya belum ada buku fiksinya yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Memang ada satu buku non-fiksinya yang pernah diterjemahkan. Judulnya Agar Anak Anda Ketularan Virus Membaca (The Reading Bug).

Saya juga tahu Paul Jennings karena kebetulan. Kebetulan tetangga belakang rumah punya toko buku bekas. Ada beberapa buku karya Paul Jennings di situ. Termasuk Unreal! itu. Itu sudah lama, antara tahun 2002-2005. Saya beli semua buku Paul Jennings dan membacanya dengan bersusah payah.

Paul Jennings memang tidak seterkenal R. L. Stine, penulis Goosebumps itu. Tapi saya pastikan ceritanya tidak kalah seru dari Goosebumps. Bahkan mungkin lebih seru karena ceritanya campur aduk antara horor, komedi dan menjijikkan. Contohnya, cerita tentang potongan usus buntu itu. Yang hidup itu. Yang berkeliaran memakan setiap makhluk hidup yang ditemuinya. Termasuk manusia. Kedengarannya sih nggak banget. Tapi akhir cerita yang mengejutkan membuat pembacanya penasaran untuk baca cerita Paul yang lainnya.

Cerita lainnya yang masih saya ingat judulnya Without A Shirt (Nggak Pake Baju). Kisah seorang anak bernama Brian yang punya kebiasaan mengucapkan kalimat without a shirt setiap kali ia selesai bicara. Misalnya, “Hai Brian, apa kabar?” Lalu Brian menjawab, “Baik without a shirt.”

Kebiasaan ngomong without a shirt itu memang sulit dihilangkan. Hingga di suatu hari Brian menemukan tulang kerangka yang ternyata kerangka kakek buyutnya. Dari kerangka itu kemudian terjalin hubungan, di mana Brian akhirnya bisa menghilangkan kebiasaannya mengucapkan kalimat without a shirt itu.

Keren kan?

Anda bisa mengikuti cara Paul Jennings menulis. Paul biasa mendapatkan ide cerita dari pengalamannya di masa kecil. Setiap orang memiliki pengalaman masing-masing yang bisa dijadikan bahan tulisan. Tinggal bagaimana Anda mengubahnya menjadi cerita yang menarik. Anda bisa melebih-lebihkanya. Membuatnya lucu atau sedih. Kalau Anda bisa tertawa dengan cerita Anda, maka Anda pun bisa membuat orang lain tertawa. Kalau Anda merasa malu, maka orang lain pun juga merasakan yang sama. Paul pernah merasa malu saat ia menghadiri makan malam mewah dengan celana berlumuran cat. Ia lupa menggantinya. Lalu ia mengubah pengalaman memalukan itu menjadi kisah seorang bocah laki-laki yang kepalanya nyangkut di toilet.

Sebelum menulis kalimat pertama, coba pikirkan dulu apakah kalimat itu menarik? Paul tidak pernah memulai cerita dengan kalimat, “Pagi ini sangat cerah, matahari mengintip dari balik awan.” Kalimat itu kurang bagus. Terlalu biasa. Pembaca akan menutup buku dan tertidur. Cobalah mulai dengan kalimat, “Kucingku ketawa setiap kali aku bersin.”

Hal lain yang penting adalah judul. Tulisan Anda boleh jadi akan jadi cerita terbaik sepanjang masa. Namun kalau judulnya kurang menarik, orang-orang juga malas meliriknya. Mereka tidak akan pernah tahu cerita Anda. Paul tidak pernah memberi judul sebelum tulisannya benar-benar selesai.

Tau nggak sih, tulisan pertama Paul benar-benar hancur. Ia bahkan tidak mau membacanya. Tapi ia terus berlatih, berlatih dan berlatih menulis. Setiap harinya tulisannya semakin baik. Juga baca, baca, baca. Kalau Anda bukan seorang pembaca maka Anda tidak akan pernah jadi penulis.

Terakhir. Setiap penulis punya cara menulis masing-masing. Paul atau Stephen King suka menulis di pagi hari, sementara penulis lain menulis di malam hari. Ada yang menulis mengalir begitu saja. Tapi ada yang merancangnya dulu hingga akhir cerita. Kalau Anda?

Pesan Paul: Cerita Anda. Cara Anda.

*  *

Default image
Ali
Pria tampan nan ganteng ini (masih) tinggal di Bekasi
Leave a Reply