Kisah Cinta Tom Love – 1

Siapakah Tom Love?

Pertengahan Juni 2008, dua puluh tiga toko buku dikejutkan kedatangan tumpukan novel misterius. Tanpa nama pengirim. Tanpa tagihan. Satu-satunya petunjuk tentang buku itu hanya nama sang penulis: Tom Love. Dan sebuah kartu ucapan untuk manajer toko buku.

Anda kan tidak mengeluarkan biaya produksi dan biaya pemasaran.

Jadi, 50% dari penjualan buku ini untuk fakir miskin.

Dua puluh tiga ribu kopi bukunya ludes hanya dalam waktu satu jam. Tidak ada foto penulis di sampul buku. Tidak ada biografi singkat. Siapakah Tom Love?

“Semua terkunci. Aku tidak tahu bagaimana buku itu bisa ada disini,” kata seorang manajer toko buku di Bandung. “Tentu saja lima puluh persen hasil penjualannya kami sumbangkan untuk tiga panti asuhan seperti pesan Tom Love.”

*

Tiga bulan sebelumnya, seorang pegawai bank mendapatkan sebuah email misterius. Dia kira itu sebuah spam yang lolos masuk ke inbox. Tapi bukan. Itu sebuah cerita yang ditulis Tom Love.

“Sangat menyentuh,” dia berkata padaku. “Kupikir, aku harus membagikannya pada yang lain.”

Bulan berikutnya seorang mahasiswi kedokteran UI mendapatkan email dari Tom Love. Sebuah cerita baru. Aku menemuinya Jum’at lalu. Dia mengatakan persis seperti pegawai bank tadi. Menyentuh dan harus dibagi ke orang lain.

Dua cerita menjadi viral dalam sunyi, orang-orang membicarakannya dalam diam. Siapakah Tom Love?

Pertanyaan itu tidak pernah ditanyakan sebelumnya, hingga tanggal itu ditentukan, seperti tertulis di bagian kaki email.

Tidak perlu mencari. Kau akan temukan. 25-08-06-10-30. Hard Cover.

“Sangat mudah ditebak,” lanjut mahasiswi tadi. “Dua puluh lima Agustus dua ribu enam. Jam sepuluh tiga puluh. Buku hard cover.”

“Lalu, dari mana kau tahu toko bukunya?” tanyaku

Dia mengangkat bahu dan menjawab, “Tahu saja.”

Novel itu mengubah hidup pembacanya.

“Aku menemukan passion-ku,” kata Fani, mantan buruh pabrik. Dia baru saja di-PHK. Hari-harinya berjalan membosankan. Hanya tidur dan nonton TV. Tapi novel Tom Love mengubah hidupnya. Dia termotivasi. “Bismillah saja. Aku pakai semua tabungan untuk membeli gerobak dan membuka lapak nasi uduk Betawi. Aku jualan malam hari.”

Aku mendapat ratusan testimoni yang sama seperti Fani.

“Sungguh, itulah yang pernah kubilang,” kata seorang pakar motivasi. “Tom Love membuat ribuan orang bergandengan tangan, mengubah kebencian dengan kasih sayang, membuat tirani tunduk di hadapan rakyat dan meluluhkan hati yang keras.”

“Satu kata: Awsome!” puji seorang sastrawan terkenal dalam sebuah seminar di Universitas Indonesia.

Tapi tidak semua orang berkata positif. Seorang pakar psikologi pesimistis menulis  dalam jurnalnya, bahwa sosok Tom Love bukanlah siapa-siapa kecuali seorang pria buruk rupa yang memimpikan menjadi sosok sempurna.

Spekulasi tentang siapa itu Tom Love terus berkembang, jawaban-jawabannya pun semakin tidak masuk akal.

“Kupikir ia itu Tom Cruise.”

“Sepertinya ia Bruce Wayne.”

“Sudjiwo Tedjo?”

Dan sayembara.

“Satu miliar bagi siapa saja yang bisa menunjukkan Tom Love!” kata seorang pengusaha baja dalam peresmian pabrik barunya di Cikarang.

Namun tetap saja, Tom Love masih menjadi Si Penulis Misterius.

Tom Love meluncurkan novel berikutnya di bulan Oktober. Dua bulan kemudian ia meluncurkan novel lanjutannya. Tidak ada novel selanjutnya setelah itu. Hingga dua tahun kemudian di sebuah momen yang tidak diduga-diduga, satu minggu setelah lebaran, di musim hujan yang sejuk dimana orang-orang lebih senang bermalas-malasan ketimbang menyelesaikan pekerjaan, ketika inflasi turun setengah persen dan penjualan mobil sedang lesu, Tom Love kembali meluncurkan novel terbarunya berjudul ‘Hidup Sesederhana Itu’, sebuah cerita cinta lain di episode baru dengan akhir mengejutkan seperti Tom Love pernah sisipkan dalam novel sebelumnya.

Berbeda dari buku-buku sebelumnya yang tanpa foto penulis, kali ini Tom memasang foto dirinya di sampul belakang. Kemunculannya kembali seolah menjadi akhir dari penantian panjang untuk mendapatkan jawaban dari pertanyaan: “Siapakah Tuan Misterius Ini?”

Novel-novel lama Tom Love menjadi buku buruan paling mahal, kami menghormatinya dengan tidak membuat buku bajakan.

Namaku Ali, aku seorang blogger. Ini kisahku memburu keberadaan Tom Love.

*

Default image
Ali
Pria tampan nan ganteng ini (masih) tinggal di Bekasi

Komentar