Jerapah – Eps. Pilot

Kenapa tidak sekolah bukan merupakan sebuah pilihan?

Bayu naik ke tempat tidur jam 11 malam setelah menuntaskan pekerjaan rumah. Sinar lampu balkon menembus celah tirai dan jatuh di rak buku. Ia membalikkan badan, menumpuk bantal, lalu menarik selimut hingga menutupi kepala. Tidak ada posisi bagus yang bisa mempercepat tidurnya. Ia menguap panjang lalu melihat jam weker di sebelah kanannya. Sudah pukul 00.25. Ia harus bangun sebelum subuh, sarapan jam 05.30 lalu berangkat ke sekolah tepat jam 06.00. Rutinitas membosankan, dengan kata “bosan” tertulis di buku catatan saat guru akuntansi menerangkan pelajaran. Kenapa tidak sekolah bukan merupakan sebuah pilihan?

Ia menyalakan lampu, menyipitkan matanya sampai jelas terlihat deretan buku-buku di atas rak sebelah kanan. Pandangannya terhenti pada sebuah novel Agatha Christie favoritnya edisi lama. Ia menyukai Hercule Poirot dan jatuh cinta pada bacaan Christie pertamanya Pembunuhan Atas Roger Ackroyd. Namun bukan karena itu Pembunuhan di Orient Express, yang terletak di sebelahnya, terasa istimewa. Ada sebuah foto dan amplop terselip di dalamnya. Sudah hampir satu tahun sejak terakhir kali ia melihat foto itu atau lebih dari satu setengah tahun lalu sejak pertama kali foto itu dicetak. Foto itu bercerita tentang ia dan ketiga temannya, yang  mengingatkannya kembali pada urutan-urutan kejadian saat pertama kali ia meninggalkan rumah. Mereka punya semangat untuk hidup, saling mendukung dan menjaga, dan tanpa impian, mereka punya alasan sendiri-sendiri untuk terjun ke jalanan.

Bersambung >>

Default image
Ali
Pria tampan nan ganteng ini tinggal di Bekasi
Articles: 42

Leave a Reply