person holding canon dslr camera close up photo

Algoritma YouTube

Mike tahu banyak tentang Indonesia dari video YouTube bule-bule yang pernah tinggal di Indonesia. Dari situ, ia setidaknya menangkap empat hal keren yang ada di Indonesia: alam yang indah, orang-orang lokal yang ramah, budaya yang beragam, dan makanan yang lezat. Ia sudah punya rencana untuk mengunjungi Indonesia bulan depan, dan kalau memungkinkan, dan kemungkinan besar akan ia lakukan, ia akan jadi YouTuber tentang Indonesia. Ia sudah punya modal untuk itu: ia suka makanan pedas. Jadi, begitu pengajuan cutinya sudah disetujui, ia segera memesan tiket pesawat ke Indonesia. Ia akan tinggal selama dua atau tiga malam di Jakarta, setelah itu balik ke Amerika. Ia akan kembali lagi ke Indonesia sekitar pertengahan tahun depan setelah berhenti kerja, dan pada saat itu ia akan berkunjung ke berbagai daerah di Indonesia.

Ia tiba di Jakarta pada 16 Agustus pagi yang panas. Ia memilih tinggal di sebuah rumah penginapan kampung di Jakarta Barat yang dipesannya lewat AirBnB. Ia ingat seorang YouTuber asal Inggris pernah bilang tentang Indonesia: semakin lokal semakin bagus, semakin banyak viewer. YouTuber Inggris itu sudah punya dua juta subscriber, yang dua pertiganya berasal di Indonesia. Beruntung ibu pemilik penginapan menyediakan pemandu lokal yang harga sewanya sangat murah, sekitar 25 dolar per hari—tidak termasuk makan.

Namanya Anto, masih keponakan pemilik penginapan, laki-laki 28 tahun yang ramah, bertubuh kurus, sedikit lebih pendek dari dirinya, berkaca mata bulat, dan dengan rambut ikalnya yang panjangnya sebahu ia mirip John Lennon. Teman-teman SMA-nya memanggilnya Anto Lennon. Mike beristirahat sebentar sebelum pergi jalan-jalan siangnya.

Mereka pergi dengan sepeda motor. Mula-mula Anto membawanya makan di warung nasi Padang, sesuatu yang seakan wajib dicoba saat pertama kali datang ke Indonesia. Tempatnya tidak jauh, di sebuah ruko sederhana di pinggir jalan. Mike tidak perlu memesan menu karena pelayan membawakannya belasan piring berisi berbagai menu yang pernah dilihatnya di YouTube.

“Hanya bayar yang dimakan,” kata Anto dalam bahasa Inggris yang fasih.

“Apa ini?”

“Itu rendang mister.”

“Ah, sudah kuduga.”

“Kalau itu?”

“Paru sapi.”

“Kuharap sapinya tidak merokok. Kalau yang ini daun apa?”

“Daun singkong,” kata Anto dalam bahasa Indonesia. Karena tidak tahu singkong dalam bahasa Inggris, ia mencari kata singkong di google lalu menunjukkannya pada Mike.

“Tidak ada sendok?”

Anto menunjuk tempat sendok dan garpu. “Kau harus coba makan pakai tangan.”

“Okay, aku paham.”

Setelah tahu semua menunya, Mike memilih menu yang lebih familiar, lalu setelah itu ia mencoba yang lainnya.

Anto sangat membantunya mengambil video sementara ia menikmati nasi Padang pertamanya. Anto bilang ia diajari bule Australia menggunakan kamera. Ia juga lumayan bisa editing video, dan kalau mau ia bisa membantu meng-edit video Mike. “Tentu,” kata Mike.

Mike makan dengan lahap. Ia menambah dua porsi nasi, rendang, ayam bakar, ikan bakar, dan paru.

“Ini gila!” seru Mike setelah makan. Tentunya gila yang dimaksudnya adalah pujian. “Aku kenyang banget, Man.”

Anto membawa Mike berkeliling kampung, mencoba berbagai jajanan, ngobrol dengan warga lokal, dan sedikit improv di taman. Mike senang Anto tidak hanya membawanya ke tempat-tempat menyenangkan, melainkan juga ke daerah-derah sempit di pinggiran kali berwana hitam dan melihat-lihat rumah-rumah berdempetan di dalam lorong. Ia melihat wartawan TV lokal yang sedang meliput di depan SD, tempat ia membeli jajanan minuman es dan camilan murah yang sangat pedas, dan merokok.

“Hari yang menyenangkan,” kata Mike dalam bahasa Indonesia sepulang jalan-jalan. Kata-kata itu jadi intro di video YouTube perdananya di Indonesia. Anto sudah mengajarinya sedikit bahasa Indonesia.

Mike sudah punya delapan video di YouTube-nya sejak dua tahun lalu. Tidak banyak yang nonton, subcriber-nya saja masih di angka dua ratus. Hari itu ia bisa mendapatkan seribu viewers pertamanya hanya satu jam setelah meng-upload video pertamanya di Indonesia. Selain faktor bule, pengambilan gambar dan editing bagus yang dikerjakan Anto, Mike punya wajah yang tampan dan sifat yang periang. Beberapa jam berikutnya, ia sudah punya lima ribu subscriber baru.

Tapi Anto tidak bisa menemaninya jalan-jalan besoknya lantaran ia ada urusan. “Jangan khawatir, tidak perlu pergi jauh-jauh,” kata Anto. “Besok-kan tujuh belasan. Kau boleh pakai sepeda motor saya.”

Mike sedikit banyak tahu tentang tujuh belasan dari YouTube, yang artinya akan banyak lomba dan kegembiraan. Betul kata Anto, ia tidak perlu pergi jauh-jauh untuk menikmati tujuh belasan. Sebetulnya tanda-tanda tujuh belasan sudah ada sejak ia mendarat di bandara; hiasan merah putih di sepanjang jalan, di gang, dan di rumah-rumah. Dan tepat di lapangan dekat rumah penginapan sudah dipasang tiang yang tinggi dengan berbagai hadiah di puncaknya, yang biasa disebut “Panjat Pinang”.

“Kalau mau, kau boleh ikut,” kata salah seorang warga lokal yang jadi panitia.

“Okay, saya ikut,” sahut Mike.

Jam empat masih lama. Sambil menunggu, Mike memutuskan menjelajahi sebagian Jakarta dengan sepeda motor milik Anto. Ia mengenakan kaos putih dan celana pendek kargo, memasang kamera GoPro-nya di helm, dan pergi tanpa jaket, sarung tangan, dan masker.

Karena tidak tahu tempat yang dituju ia pun mengambil jalur acak, melewati gang-gang sempit, mampir ke pasar untuk mencoba gado-gado dan batagor, menghindari makan di mal atau restoran waralaba yang sudah dikenalnya, nongkrong di taman, menyapa anak-anak berseragam merah putih yang baru pulang sekolah, duduk di depan masjid sambil minum es cendol, berfoto dengan driver ojol dan mencoba rokok lokal, makan rujak, dan berhasil kembali ke tempat asal tanpa nyasar—yang disebutnya ajaib!

Setelah menaruh sepeda motornya di rumah penginapan, ia bergegas pergi ke lapangan. Di pinggir lapangan ia berkenalan dengan bule Kanada bernama Ted, yang juga ikut lomba panjat pinang. Ted pernah ikut lomba pajat pinang sekali waktu di Pacitan. Ia menjelaskan kepada Mike aturannya. Mereka menyaksikan lomba makan kerupuk dan membawa kelereng di dalam sendok. Ketika diumumkan lomba tarik tambang, Mike dan empat bule laki-laki yang lain ditarik panitia untuk ikut lomba. Para bule berada di tim yang berbeda. Dua bule perempuan memberi semangat di pinggir lapangan. Mike meminta salah satu dari mereka mengambil video-nya.

“Dengan senang hati,” kata bule perempuan Kanada berambut pirang bernama Cathy.

Tim Mike berhasil lolos dari babak penyisihan tapi kalah di babak semi final. Cathy tidak keberatan mengambil video Mike mengikuti lomba panjat pinang.

Mike membuka kaosnya, memperlihatkan badannya yang kekar. Gadis-gadis lokal mengambil gambarnya dengan ponsel. Mike yang jadi pondasi bersama tiga warga lokal lain, sementara yang tubuhnya lebih kurus yang memanjat mengambil hadiah. Usaha pertama mereka gagal. Formasi tim Mike roboh. Badan dan sebagian wajah Mike sudah berlumuran gemuk. Usaha kedua mereka hampir berhasil. Usaha ketiga mereka benar-benar nyaris berhasil kalau saja salah satu pemanjat tidak terpeleset. Mereka tidak menyerah dan segera bangkit. Mike menyemangati rekan-rekannya. Tim Mike akhirnya jadi yang pertama sampai ke puncak dan mengambil bendera merah putih. Mereka berfoto usai lomba. Mike dapat hadiah kompor gas portabel yang diberikannya kepada seorang gadis lokal.

“Kita harus mengadakannya di Amerika!” seru Mike dalam video YouTube-nya yang berjudul Bule Amerika Ikut Panjat Pinang.

Hari yang melelahkan. Mike pulang ke rumah penginapan, menyerahkan videonya kepada Anto untuk di-edit, dan memberikan lima bungkus mie instan hadiah lomba tarik tambang kepada ibu pemilik penginapan. Ia ambruk di ranjangnya setelah mandi dan baru bangun keesokan paginya dengan perut lapar.

Ia memilih tidak pergi kemana-mana hari itu. Tarik tambang dan panjat pinang membuat badannya remuk. Namun, ia merasa lebih segar. Ibu pemilik penginapan memasakkannya pisang goreng dan menyeduhkannya teh manis hangat. Mike merokok di teras lantai dua sebelum meng-upload videonya ke YouTube. Ia memuji Anto atas hasil editing videonya yang keren.

Siangnya ia disuguhi nasi, sayur asem, tempe, sambal, ikan asin, dan kerupuk. Ia makan siang bersama Anto, ibu pemilik penginapan dan suaminya yang seorang imam masjid. Video makan siangnya di-upload ke YouTube sebelum ia pamit kembali ke Amerika. Video itu begitu sentimentil sehingga banyak komentar yang berharap Mike segera balik lagi ke Indonesia. Ibu pemilik penginapan membekalinya lima bungkus mie instan. Katanya, mie itu bukan yang pernah diberikan Mike kepadanya. Kalau tidak sempat masak, bisa dimakan mentah.

Mike membuat video makan mie instan mentah di bandara yang di-upload ke TikTok, lalu video pendek lainnya di pesawat, dan taksi. Ia melakukan video call dengan Anto dan ibu pemilik penginapan saat tiba di apartemennya. Ibu pemilik penginapan menunjukkan celana dalamnya yang ketinggalan.

“Kau harus kembali untuk mengambil ini, Mike,” ujar ibu pemilik penginapan.

Mike baru masuk kerja lusanya. Teman-teman kerjanya memberi selamat atas jumlah subscriber YouTube-nya yang sudah tembus lima puluh ribu.

“Video yang bagus, Mike!”

Meskipun begitu, ada kesedihan saat ia sendirian di apartemennya, saat-saat ia merindukan orang-orang di Indonesia. Ted dan Cathy masih di Indonesia sampai akhir tahun. Sekarang mereka sedang jalan-jalan di Bandung. Entah berapa banyak yang didapatnya jika ia pergi ke daerah lain di Indonesia nantinya.

Mike mengobati kerinduannya dengan melihat-melihat foto-fotonya di instagram, menonton ulang video-videonya di YouTube dan TikTok, dan video-video lain tentang Indonesia yang direkomendasikan YouTube. Algoritma YouTube bekerja dengan semestinya, memastikan penontonnya mendapatkan video-video serupa.

Mike terlonjak kaget saat menemukan dirinya masuk salah satu berita lokal di TV. Ia ingat momen itu, ketika ia sedang duduk bersama Anto di depan gedung SD sambil menikmati minuman es dan makan camilan yang sangat pedas, dan merokok. Ia merasa konyol melihat dirinya sedang merokok di video.

“Anto, lihat video ini!” kata Mike melalui WhatsApp disertai link video YouTube-nya.

Anto sedang sarapan saat menerima pesan tersebut. Nama Mike disimpan di ponselnya sebagai Mike Bule NY. Ia sebetulnya sudah melihat video tersebut saat tayang di TV, tapi ia tidak berharap Mike menontonnya. Video itu berisi berita tentang temuan zat pewarna tekstil dan bahan pengawet di jajanan sekolah oleh BPOM sering muncul di TV beberapa hari belakangan.

“Kau masuk berita, Mike!” balas Anto.

“Aku penasaran, itu berita tentang apa?”

Pesan balasan Mike membuat Anto sedikit lega.Tentu saja Mike belum paham bahasa Indonesia, katanya dalam hati.

“Itu berita anjuran pemerintah buat murid-murid SD,” jawab Anto, “supaya mereka bawa makan siang dari rumah.”

* * *

Ali
Ali

Pria tampan nan ganteng ini tinggal di Bekasi

Leave a Reply

Your email address will not be published.